Penceritaan Tokoh Idola 7.2

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:

Kompetensi Dasar :

  1. Menceritakan tokoh idola de­ngan mengemukakan ide­n­titas tokoh, ke­unggulan, dan alasan meng­idolakannya dengan pilihan kata yang se­suai.

Setiap orang pasti punya tokoh idola, tidak terkecuali kamu. Wacana berikut memaparkan seorang tokoh yang tengah menjadi idola remaja.
Simaklah bacaan berikut!

                                              Laudya Chintya Bella
                                                    Membuka Diri

Di film terbarunya, Bukan Bintang Biasa, dia tak cuma berakting, tapi juga menyanyi. Bersama Chelsea Olivia, Ayushita, Raffi Ahmad, dan Dimas Beck yang tergabung dalam grup vokal Bukan Bintang Biasa, dia juga membuat album soundtrack. Kembali Bella mendapat cibiran karena dianggap tak memiliki dasar sebagai penyanyi profesional. ”Ada yang bilang aji mumpung, jualan tampang, vokal paspasan, bahkan fals. Saya tak peduli, yang penting maju terus dan berkarya,”
tekad artis yang juga membintangi film horor Lentera Malam ini.Jika menuruti kata hati, berhenti di tengah jalan ketika menghadapi tantangan, dia pasti tak akan merengkuh kesuksesan. Semuanya untuk terus berkarya tak hanya berbuah popularitas. Gadis kelahiran 24 Februari 1988 ini bahkan berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi atas perannya sebagai Biyan dalam Virgin.
April 2005, Bella merebut gelar Aktris Terpuji Festival Film Bandung (FFB), mengalahkan Marcella
Zalianty dan Lidya Kandouw. Dia juga dinobatkan sebagai ”Rising Star” di ajang MTV Movie Award
2005. Pada tahun yang sama, dia menjadi nomine pemeran utama terbaik wanita di Festival Film Indonesia (FFI).
Sebelum terjun ke film, Bella lebih dikenal sebagai pemain sinetron. Sejak tahun 2002, bungsu dari tiga bersaudara ini sudah main sinetron, antara lain, Senandung Masa Puber, Cinta Hilang Cinta Kembali, Juragan Jengkol, Virgin, Seminggu Tujuh Cinta, dan Apanya Dong. Dia juga mendukung variety show Extravaganza ABG di Trans TV. Merasa modal aktingnya cukup, Bella mencoba ikut kasting Virgin. Saat itu dia masih duduk di bangku kelas III SMA Harapan Bunda. Dia masuk 10 besar. ”Ternyata saya beruntung diterima sebagai pemeran utama,” katanya. Bella sadar, dunia akting cukup menjanjikan. Maka dia serius. Dia berguru pada Eka D Sitorus, pengasuh Sakti Acting School Jakarta. Sebelum berguru akting, dia hanya berbekal rasa percaya diri dan dukungan ibunda.
Bella bukan berasal dari keluarga seni. ”Nggak tahu, turunan darah siapa. Malah waktu kecil, saya pemalu. Saya nggak berani memulai obrolan dengan orang baru. Pokoknya parah deh. Semua berubah setelah saya remaja,” cerita Bella. Untung saja dia punya saudara sepupu yang jadi bintang iklan. Dia sering diajak menemani pemotretan. Lambat laun, dia mengenal pergaulan lebih luas dan berani membuka diri. Sampai akhirnya, kehidupan berubah sejak sang mama diam-diam mengirimkan foto Bella ke majalan Kawanku. ”Saya jadi juara II pemilihan model,” kata bintang iklan sandal dan obat jerawat ini. Sejak itu, dia mulai jadi bintang iklan. Tawaran sinetron pun datang, tapi dia tolak karena tinggal dan bersekolah di Bandung. ”Susah kalau harus tiap hari bolakbalik Bandung-Jakarta,” cerita Bella yang pindah sekolah ke Jakarta setelah lulus SMP.
Selama bermain sinetron dan film, dia selalu mendapatkan peran protagonis. ”Jadi cewek baik hati, polos, dimarahi-marahi terus. Saya ingin peran antagonis. Tapi sampai sekarang belum pernah dapat.” Bella juga sangat peduli perkembangan film Indonesia. Dia mengatakan, masyarakat adalah bagian yang turut menentukan mati-hidup perfilman.”Saya pikir, film-film nasional tak kalah bagus dari film luar negeri,” ujar Bella. Kemajuan film Indonesia, imbuhnya, juga ditentukan seberapa besar apresiasi masyarakat terhadap film-film karya anak negeri. ”Sehebat-hebat film, tanpa mendapat apresiasi dari masyarakat, tidak berarti apa-apa.” Maka dia mengajak segenap masyarakat untuk terus menonton film Indonesia. ”Saya berharap film Indonesia bisa dibanggakan dan menjadi lahan berkreasi anak bangsa.”
Dikutip dari Suara Merdeka, 5 Agustus 2007

Beri Penilaian

Rating : 3.9/5 (59 votes cast)


Peralatan pribadi