Kerja Sama (IPS) 3.1

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari
Sudahkah kamu melaksanakan tugasmu di rumah? Bagaimana orang tuamu membagi tugas kepada anak-anaknya? Tentu saja, orang tua akan membagi tugas kepada anak-anaknya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Daftar isi

A.Kerja Sama di Lingkungan Rumah

Orang tua menasihati kita untuk bekerja sama agar pekerjaan terasa lebih ringan dan lebih cepat diselesaikan. Kita dididik untuk mampu bekerja sama dimulai dari lingkup keluarga. Selanjutnya kita akan dituntut untuk mampu bekerja sama di lingkungan yang lebih luas, misalnya di lingkungan sekolah dan kelurahan atau desa. Dalam kerja sama, diperlukan semangat kerja dan niat yang tulus ikhlas. Berikut diuraikan bentuk-bentuk kerja sama yang dilakukan di lingkungan rumah.

1. Kerja Bakti Bersama Keluarga

Rumah merupakan tempat tinggal keluarga kita. Kebersihan rumah harus selalu dijaga. Rumah yang bersih akan membuat betah orang yang menghuninya. Hari Minggu Rini dan Rudi libur. Mereka tidak masuk sekolah. Mereka bekerja bakti membersihkan rumah. Rudi membantu ayah membersihkan meja dan kursi. Rini membersihkan kaca jendela. Ibu juga ikut menyapu dan mengatur hiasan rumah. Membersihkan rumah sebaiknya dilakukan dengan cara kerja sama. Pekerjaan akan menjadi lebih ringan dan cepat selesai. Sekarang rumah menjadi bersih dan rapi. Kebersihan pangkal kesehatan.

Image:resik2.JPG
Image:resik2.JPG
a. Mengelola Sampah

Setiap hari ada sampah di rumah. Sampah yang terbanyak berasal dari dapur. Sampah harus dikumpulkan dan dibuang di tempat sampah agar tidak berserakan. Tong sampah telah disediakan untuk menampung sampah dari dalam rumah. Rudi mempunyai tugas membuang sampah dari rumah ke tempat penampungan sampah yang ada di pinggir kampung. Tempat penampungan sampah tersebut digunakan untuk menampung sampah dari seluruh warga kampung. Setiap hari petugas pengangkut sampah membawa sampah ke tempat pem-buangan akhir. Di sana sampah menggunung karena banyak-nya sampah yang terkumpul. Rudi sering diingatkan oleh ibunya agar sampah plastik dipisahkan dari sampah lain. Hal itu untuk memudahkan pemulung memilah-milah sampah. Sampah plastik tidak bisa terurai lagi, tetapi sampah plastik dapat diolah (didaur ulang) menjadi beraneka macam barang. Ayah Rudi juga sering mengingatkan, agar sampah jangan dibiarkan terlalu lama berada di dalam rumah. Sampah-sampah yang terkumpul dan membusuk di rumah akan menyebarkan bau yang tidak sedap serta dapat menimbulkan penyakit. Kita sulit menghindar dari sampah. Oleh karena itu, sampah harus dikelola dengan baik. Sampah yang tampaknya tidak berguna, ternyata masih bisa dimanfaatkan jika kita kelola dengan baik. Sampah dari daun dan makanan bisa diolah menjadi pupuk kompos. Kompos adalah pupuk yang terbuat dari campuran bahan organik dan kotoran hewan. Termasuk bahan organik adalah daun-daunan dan sisa makanan. Sampah dari bahan lain, seperti dari plastik dan kertas, dapat diolah kembali (daur ulang) menjadi barang-barang berguna yang dibutuhkan manusia. Dapatkah kalian menyebutkan barang-barang yang terbuat dari sampah plastik dan sampah kertas yang didaur ulang?

Image:tempat sampah.JPG
Image:tempat sampah.JPG
b. Beternak Kelinci

Sudah lama ayah membuat kandang kelinci. Kandang itu dibuat dari bahan kayu. Ayah berencana mengajak Rudi dan Rini untuk beternak kelinci. Hari Minggu ayah mengajak Rudi dan Rini ke pasar hewan. Mereka membeli dua ekor kelinci betina dan satu ekor kelinci jantan. Ayah berpesan kepada Rudi dan Rini untuk merawat kelinci-kelinci tersebut dengan baik.

Image:kandang.JPG
Image:kandang.JPG
Rudi dan Rini memeliharanya dengan baik. Kandang dan makanannya selalu diperhatikan. Kelinci-kelinci itu berkembang menjadi banyak. Semua anggota keluarga senang dan makin bersemangat beternak kelinci. Kerja sama yang dilakukan dalam beternak kelinci mendatangkan banyak manfaat. Kelinci yang jumlahnya banyak itu kini dapat dijual. Uang hasil penjualan kelinci dapat dipakai untuk membeli berbagai keperluan Rudi dan Rini.
c. Memelihara Tanaman di Rumah

Di halaman rumah Rudi ada banyak pot berisi tanaman. Pot-pot tersebut berisi tanaman hias. Sungguh indah dipandang mata jika tanaman itu sedang berbunga. Bunganya berwarna merah, kuning, ungu, dan putih. Rini dan Rudi juga suka merawat tanaman. Mereka menyukai tanaman hias. Setiap hari mereka merawat tanaman hias bersama-sama. Mereka sekeluarga menyukai tanaman hias. Memelihara tanaman hias banyak manfaatnya. Bunganya yang berwarna-warni dan daunnya yang hijau memberikan pemandangan yang indah dan kesejukan. Selain itu tanaman juga membantu menjadikan udara yang kotor menjadi lebih bersih. Keluarga yang gemar tanaman dapat saling bekerja sama merawat tanaman sehingga tanaman tumbuh subur dan selalu segar.

2. Kekompakan dalam Keluarga

Setiap anggota keluarga memiliki tugas dan kewajiban sendiri- sendiri. Tugas dan kewajiban tersebut disesuaikan dengan kemampuannya masing-masing. Kerja sama dan kekompakan dalam keluarga harus selalu dijaga dan ditingkatkan. Pekerjaan yang diselesaikan bersama-sama dengan kompak akan terasa lebih ringan. Dengan kerja sama dan kekompakan, hal yang sulit dapat menjadi mudah. Dengan kerja sama dan sikap kompak, pekerjaan yang biasanya diselesaikan dalam waktu lama dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat. Kerja sama dan sikap kompak juga dapat meringankan biaya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan (karena biaya biasanya akan ditanggung bersama-sama melalui iuran).

B.Kerja Sama di Lingkungan Sekolah

1. Tugas Piket

Di kelas III telah di bentuk regu piket. Regu piket bertugas membersihkan kelas sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai. Petugas piket selalu berangkat lebih awal. Mereka bekerja bersama-sama membersihkan dan merapikan kelas. Ada yang menyapu lantai, menata buku-buku, merapikan meja dan kursi, serta membersihkan kaca jendela. Saat bel tanda masuk berbunyi kelas sudah rapi dan bersih. Kegiatan belajar-mengajar menjadi nyaman dan berjalan dengan lancar. Kegiatan piket, jika dikerjakan sendiri-sendiri akan berat dan lama. Hasilnya pun belum tentu baik.

Image:kelas.JPG
Image:kelas.JPG
Oleh karena itu, tugas melaksanakan piket perlu dilakukan dengan kerja sama agar terasa lebih ringan dan hasilnya baik. Merapikan dan membersihkan kelas bukan menjadi tanggung jawab regu piket saja tetapi juga tanggung jawab semua anggota kelas.

2. Lomba Kebersihan Kelas

Hari Senin, usai upacara bendera, kepala sekolah menyampaikan pengumuman tentang akan diadakannya lomba kebersihan kelas. Seluruh siswa diminta mengikuti lomba, agar kelas mereka tetap terjaga kebersihan dan kerapiannya. Jojo, sebagai ketua kelas III, segera membagi tugas kepada teman-temannya. Pada hari Jumat, lomba kebersihan kelas dimulai. Ada yang menyapu dan mengepel lantai, mengelap kaca jendela, membersihkan meja dan kursi, merapikan meja guru, dan menghias ruangan. Jojo dan kawan-kawannya bekerja dengan riang. Mereka bekerja sambil bernyanyi. Bu Farida, wali kelas III, turut menyemangati murid-murid dan membelikan makanan dan minuman dari kantin sekolah. Tidak ada satu murid pun yang mengeluh dan merasa lelah. Dengan bekerja sama, pekerjaan berat terasa ringan. Pepatah "Berat sama dipikul ringan sama dijinjing" mereka laksanakan dengan baik. Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Pada saat pengumuman pemenang lomba, kelas III dinyatakan sebagai juara pertama dalam lomba kebersihan kelas itu. Tentu saja, muridmurid kelas III menyambutnya dengan sukacita. Kerja keras dan kerja sama mereka membuahkan hasil yang memuaskan.

3. Belajar Kelompok

Di kelas III diadakan kegiatan belajar kelompok. Murid-murid dibagi menjadi enam kelompok belajar. Tugas-tugas dari ibu guru sering dikerjakan secara kelompok. Masing-masing anggota ikut bekerja sehingga tugas itu cepat selesai. Belajar secara kelompok dapat menambah semangat belajar. Jika ada teman yang mengalami kesulitan belajar, teman-teman yang lain ikut membantu mengatasi. Ibu guru senang dan bangga kepada murid-muridnya. Dengan dibentuknya kelompok belajar, anak-anak makin pandai dan berprestasi. Mereka tampak lebih bersemangat dalam menerima pelajaran dan menyelesaikan tugas.

4. Kerja Sama dalam Olahraga

Sekolah kami akan melakukan pertandingan sepak bola persahabatan dengan SD Kuningan I. Pertandingan akan diadakan satu bulan lagi. Pak Toni, guru olahraga kami, membentuk kesebelasan yang akan turun bertanding. Kesebelasan yang terbentuk beranggotakan murid kelas IV, V, dan VI. Mereka berlatih setiap sore. Pak Toni mengatakan bahwa kerja sama tim mutlak dibutuhkan dalam bermain sepak bola. Waktu pertandingan pun tiba. Pertandingan diadakan pada hari Minggu. Banyak murid dari kedua sekolah yang datang menonton. Pertandingan berjalan seru. Kerja sama para pemain dari tim sekolah kami cukup bagus sehingga bermain lebih kompak dan lebih baik dari tim lawan. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tim sekolah kami. Saat upacara bendera hari Senin, bapak kepala sekolah mengumumkan hasil pertandingan itu. Bapak kepala sekolah memuji permainan tim sepak bola sekolah kami. Menurut beliau, kemenangan tersebut dapat diraih berkat kerja sama yang baik di antara para pemain. Tanpa kerja sama, sebuah tim tidak dapat bermain dengan baik dan akan kalah. Kerja sama yang baik menjadikan tim kami menang dan berhasil mengharumkan nama sekolah. Bapak kepala sekolah pun berkali-kali memberi pujian dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kemenangan tersebut.

C.Kerja Sama di Lingkungan Kelurahan atau Desa

Di lingkungan kelurahan atau desa, semua warga mempunyai kewajiban untuk bekerja sama. Di antara sesama warga harus ada kerja sama agar tercipta kerukunan, keamanan, keserasian, dan sebagainya. Kerja sama dilakukan dalam membersihkan lingkungan, menjaga keamanan, memperingati hari besar nasional, dan sebagainya. Berikut ini diuraikan contoh kerja sama di lingkungan kelurahan atau desa dalam kegiatan PKK dan kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

1. Kegiatan PKK

Salah satu contoh kerja sama di lingkungan kelurahan atau desa adalah kegiatan ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi PKK, yaitu pembinaan kesejahteraan keluarga. Kegiatan PKK biasanya diadakan di balai kelurahan atau balai desa. Program PKK terdiri atas sepuluh hal sebagai berikut:
a. pengamalan Pancasila,
b. gotong royong,
c. pangan,
d. sandang,
e. perumahan dan tata laksana rumah tangga,
f. pendidikan dan keterampilan,
g. kesehatan,
h. koperasi,
i. kelestarian hidup, dan
j. perencanaan sehat.

Ibu-ibu anggota PKK sangat bersemangat dalam mengikuti dan melaksanakan program-program yang direncanakan dalam pertemuan PKK. Mereka saling bekerja sama dan saling membantu agar program PKK dapat terlaksana dalam berusaha mewujudkan keluarga yang sejahtera.

2. Kegiatan Siskamling

Lingkungan yang aman dan tertib adalah dambaan setiap warga masyarakat. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, diperlukan kesadaran untuk bekerja sama dari masing-masing warga. Salah satu cara untuk menjaga keamanan dan ketertiban adalah menerapkan siskamling, yakni melaksanakan sistem keamanan lingkungan. Siskamling harus dilakukan melalui kerja sama di antara semua warga. Pelaksanaan siskamling tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui siskamling di antaranya dilakukan dengan mengatur dan melaksanakan piket ronda malam. Pelaksanaan ronda malam harus diatur sedemikian rupa agar berjalan dengan baik. Pengaturan itu akan berlangsung baik jika dilakukan melalui kerja sama yang baik pula di antara sesama warga. Apabila pelaksanaan siskamling dapat berjalan dengan lancar dan baik, lingkungan akan aman dan tertib. Aman dan tertibnya lingkungan akan menjadikan kehidupan warga masyarakat di kelurahan atau desa tenang dan nyaman. Kehidupan yang tenang dan nyaman adalah idaman setiap orang.

Beri Penilaian

Rating : 4.1/5 (38 votes cast)


Peralatan pribadi