1. Makanan Bergizi 11.2

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

1. Karbohidrat

      
gambar:makanan_sehat.gif
gambar:makanan_sehat.gif

Karbohidrat atau hidrat arang tersusun atas unsur - unsur karbon (C),  Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Rumus umum karbohidrat adalah Cn,H2n,On. Nama lain karbohidrat adalah "sakarida", istilah tersebut dari bahasa latin "saccharum" yang berarti gula. Karbohidrat mengandung gugus OH yang polar sehingga d-apat larut dalam air. Berdasarkan jumlah
sakarida vang meny/usunnva, karbohidrat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu:

http://www.biofir-kalung.com/image/makanan_sehat.gif



a) Monosakarida

    Merupakan karbohidrat yang paling sederhana, tersusun atas satu molekul gula, contohnya glukosa, fruktosa, ribosa,
dan deoksiribobosa. monosakarida tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul karbohidrat vang lebih kecil. Monosakarida merupakan hasil akhir pemecahan karbohidrat yang lebih kompleks susunannya melalui proses pencernaan.


b) Disakarida

    Merupakan karbohidrat yang terdiri atas dua monosakarida, contohnya: maltosa merupakan disakarida hasil hidrolisis amilum,maltosa terdiri atas glukosa dan galaktosa, laktosa hanya dijumpai pada hewan yang sedang menyusui sehingga laktosa disebut juga sebagai gula susu; sukrosa adalah gula putih/gula pasir biasanva dibuat dari tanaman tebu dan bit.


c) Polisakarida

     Merupakan karbohidrat vang tersusun atas banyak monosakarida yang saling berikatan membentuk polimer, contohnya:
amilum, selulosa pada tumbuhan dan glikogen pada hewan.
Sumber karbohidrat umumnya diperoleh dari tumbuhan, seperti beras, jagung, gandum, dan umbi-umbian yang mengandung banyak amilum. sedangkan sayuran dan buah mengandung banyak serat atau selulosa. selain itu, kita juga dapat menemukan karbohidrat di dalam sel hewan, yaitu pada hati dan otot yang berupa glikogen.
 

          Fungsi karbohidrat di dalam tubuh adalah sebagai sumber energy (sumber kalori) setiap 1 gram karbohidrat akan menghasilkan 4,1 kalori energi, sebagai bahan dasar pembentuk senyawa lain seperti protein dan lemak, menjaga keseimbangan pH tubuh (asam dan basa).


         Metabolisme karbohidrat dimulai dari pengubahan karbohidrat kompleks, misalnya amilum menjadi gula sederhana terutama glukosa yang diserap ke dalam darah melalui pembuluh darah yang ada pada dinding usus halus, dari sini glukosa akan di bawa ke hati kemudian diedarkan ke seluruh sel dan jaringan tubuh untuk diubah menjadi energy (ATP) melalui proses glikolisis (proses penguraian glukosa sehingga terbentuk energi). Jika tidak segera diubah menjadi energi, glukosa diubah menjadi gula otot (glikogen) yang disimpan di dalam hati dan otot.


        Pengubahan glukosa menjadi glikogen dibantu oleh hormon insulin. Hormon insulin berperan dalam menjaga keseimbangan gula darah. Jika diperlukan, glikogen dapat diuraikan lagi menjadi glukosa yang dibantu oleh hormon adrenalin. Kadar glukosa vang berlebihan di dalam tubuh akan diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam jaringan lemak. Hasil metabolisme karbohidrat yang lain adalah fruktosa dan galaktosa, kedua monosakarida ini dibawa ke hati dan diubah menjadi glukosa.


         Karbohidrat kompleks yang berupa selulosa (serat) tidak dapat dicerna oleh pencernaan sehingga tidak menghasilkan energi, namun serat mempunyai peranan penting bagi kesehatan. Serat membantu alat pencernaan dengan meningkatkan kecepatan pengeluaran sisa makanan (feses) dari dalam tubuh sehingga menurunkan kemungkinan terjadinya  kanker usus besar (kolon). selain itu, serat yang terlarut (soluble fiber) dapat mengikat kolesterol, kemudian membawa kolesterol ke dalam pembuluh darah dan mencegah penumpukan kolesterol dalam dinding  pembuluh darah, sehingga dapat mencegah penyakit darah tinggi jantung, dan stroke.


2. Lemak (lipid)

        Lemak atau lipid juga merupakan sumber energi, 1 gram lemak menghasilkan energi 9,3 kalori. Lemak tersusun atas unsur C, H dan sedikit atom O, kadang-kadang juga mengandung unsur N dan p. Molekul lemak tersusun dalarn ikatan kovalen, sehingga berbentuk molekul non polar yang tidak larut dalam air. Lemak mencakup 15% berat badan.

        Lemak tersusun atas unit dasar asam lemak dan gliserol. Lemak dapat digolongkan atas lemak sederhana dan lemak gabungan / campuran. Lemak sederhana terdiri atas satu molekul gliserol yang terikat dengan
tiga asam lemak (trigliserida), misalnya minyak dan lemak atau gajih.

 
        Lemak gabungan merupakan gabungan antara lemak dengan molekul lain, seperti lipoprotein (gabungan antara lemak dan protein), fosfolipid (gabungan lemak dan fosfor), dan kolesterol. Berdasarkan struktrurnya, asam lemak terbagi atas:


a) asam lemak jenuh   

http://www.food-info.net/images/cheese5.jpg

                  gambar:cheese5.jpggambar:susu.jpg                           

http://img.dailymail.co.uk/i/pix/2006/08/allergies310806_228x239.jpg  

          Yaitu asam lemak yang strukturnya tidak mengandung ikatan rangkap. Lemak yang mengandung asam lemak jenuh biasanya bersifat lebih beku pada suhu kamar. sumber asam lemak jenuh antara lain: lemak hewan: keju, telur, susu, dan menteqa.


b) Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid)

     Yaitu asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Beberapa asam lemak ini tidak dapat disintesis di dalam tubuh, sehingga dikenal sebagai asam lemak esensial. Contoh asam lemak tak jenuh, antara lain: asam lemak linoleat, asam lemak linolenat, dan asam lemak arachidonat. Sumber lemak yang banyak mengandung asam lemak tak jenuh, antara lain: minyak jagung, kedelai, kacang-kacangan, biji bunga matahari, dan minyak ikan. Lemak jenis ini mudah tengik bila terkena pemanasan karena ikatan rangkapnva mudah dioksidasi.
     Kebutuhan lemak di dalam tubuh setiap orang berbeda-beda, untuk orang yang hidup di daerah dingin, pekerja keras, dan pemikir akan membutuhkan lebih banvak lemak. pada dasarnya, kebutuhan lemak di
dalam tubuh, berkisar antara 0,5 - 1 gram lemak untuk satu kilogram berat
badan per hari.

Fungsi lemak di dalam tubuh adalah:
a) sebagai penghasil energi (kalori),
b) sebagai pelarut vitamin.yang tidak larut dalam air: vitami A, D, E, dan K,
c) sebagai bantalan organ yang sensitif di dalam tubuh, seperti ginjal dan hati dan pelindung tubuh dari perubahan suhu rendah,
d) sebagai salah satu komponen pembentuk membran sel,
e) sebagai komponen pembentuk hormon di dalam tubuh.

Pada proses pencernaan, lemak dihidrolisis atau diuraikan menjadi gliserol dan asam lemak. Hidrolisis lemak ini dibantu oleh enzim lipase yang dihasilkan oleh pankreas. sebelum dihidrolisis, lemak dipecah
menjadi butiran lemak yang lebih kecil (emulsi lemak) oleh cairan empedu
yang dihasilkan kelenjar empedu. Asam lemak kemudian dlserap di dalam usus halus dan akan bersenyawa kembali dengan griserol membentuk lemak yang akan disimpan di dalam jaringan adipose (jaringan lemak). ]ika diperlukan, lemak akan diambil dan ditransfer ke hati untuk dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Gliserol yang dihasilkan dari hidrolisis lemak ini akan dioksidasi, sedangkan asam lemak akan diubah menjadi asetilkoenzim-A dan kemudian diproses menjadi energi dalam bentuk ATp. Berikut ini adalah gambaran sederhana proses pencernaan lemak dalam saluran pencernaan:
Lemak -------------------Emulsi Lemak ---------------- Asam Lemak + Gliserol
          garam empedu                       Enzim Lipase



3. Protein

     
gambar:food organic.jpg

http://allorganicfoods.net/images/organic_food/organic_food_250x251.jpg

    Protein merupakan bagian penting sel - sel hidup yang berperan dalam pertumbuhan, protein mencakup 17% berat badan. Protein merupakan senyawa organik yang tersusun atas unsur karbon (C), hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), dan kadang – kadang mengandung unsur S dan p.
      

       Protein merupakan senyawa komplek (polimer) dan tersusun dari unit sederhana, vaitu asam amino. Asam amino berikatan dengan asam amino yang lainnya melalui ikatan peptida. struktur protein terbentuk dari penggabungan asam-asam amino.

Asam amino dibedakan menjadi dua yaitu :


a) Asam amino esensial

    Yaitu asam amino yang tidak bisa disintesis dari dalam tubuh, dan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Asam amino ini harus diperoleh dari makanan. Adapun yang termasuk dalam kelompok asam amino essensial adalah arginin, lisin, leusin, isoleusin, treoni, metionin, triptofan, fenilalanin, valin dan histidin.


b) Asam amino non esensial

    Yaitu asam amino yang dapat disintesis sendiri di dalam tubuh, yang termasuk asam amino ini adalah: alanin, sistein, glisin, prolin, tirosin, asparagin, asam aspartat, asam glutamate, glutamin, dan serin.

       Bahan makanan yang mengandung protein dapat berasal dari hewan maupun tumbuhan. Protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati, sedangkan yang berasal dari hewan disebut protein hewani.
      

       Protein nabati biasanya terdapat dalam kacang – kacangan, sedangkan protein hewani, misalnya pada: telur; daging, susu, keju dan ikan. Protein hewani dikenal sebagai "first class protein" karena mengandung kesepuluh asam amino essensial. Kebutuhan protein di dalam tubuh setiap orang berbeda - beda, tergantung pada berat badan, usia, jenis kelamin, iklim, kondisi tubuh, jenis dan sifat protein yang dimakan.

      Anak-anak dalam masa pertumbuhan membutuhkan protein vang lebih banyak, begitu pura ibu - ibu yang hamil dan menyusui. pada umumnva, orans dewasa membutuhkan 1gram protein per berat badan setiap harinya.

      Fungsi protein dalam tubuh kita adalah:
a) Membangun sel-sel dan jaringan baru, seperti membran sel, organel sel, jaringan otot, dan sebagainya.
b) Membentuk enzim dan hormon, yang sangat vital untuk berlangsungnya reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.
c) Membentuk zat antibodi, yang penting untuk kekebalan tubuh.
d) Sebagai sumber energi, setiapi 1 gram protein akan menghasilkan energy sebesar 4,1 kalori.
e) Menjaga keseimbangan asam-basa serta cairan dalam tubuh.
f) Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh (detoksifikasi).
g) Mengangkut molekul atau ion ke setiap jaringan tubuh. Contohnya hemoglobin dapat mengangkut oksigen dalam sel darah merah.


      Protein kompleks diserap dari saluran pencernaan dan di uraikan menjadi 20 macam asam amino yang diperlukan untuk pembentukan sel di dalam tubuh. Asam amino mengalami perubahan lebih lanjut untuk membentuk horrmon dan enzim pencernaan. Protein yang berlebih diuraikan (dikatabolisme) dalam dua tahap. Tahap pertama, protein mengalami proses deaminasi, pada reaksi ini, bagian protein yang mengandung unsur nitrogen membentuk urea, amonia dan asam urat. Setelah itu, setiap asam amino mengalami penguraian secara kimia untuk membentuk senyawa lain yang kemudian dikatabolisme. Jika diperlukan, protein dapat diubah menjadi energy melalui serangkaian reaksi yang mengubah rantai karbon menjadi molekul yang berperan di dalam proses glikolisis.

Beberapa penyakit yang akan muncul bila seseorang kekurangan protein dalam makanannya, yaitu:


a) Busung lapar (kwashiorkor)
adalah suatu keadaan gizi seseorang yang cukup kalori (karbohidrat) tetapi kekurangan asam amino essensial dan total protein. Hal ini menimbulkan kadar albumin darah menurun, timbul oedem (penumpukan cairan dalam jaringan), pertumbuhan lambat, rambut seperti jagung dan mudah rontok, serta gangguan kulit dan hati.


b) Marasmus, adalah suatu keadaan gizi seseorang yang kurang, baik jumlah protein maupun kalorinya. Gejalanya adalah berat badan menurun dan mudah terkena infeksi.


4. Vitamin

        
gambar:buah2.gif
gambar:buah2.gif
Berdasarkan penelitian bahwa untuk memenuhi kebutuhan gizi di dalam tubuh, tidak hanya cukup dengan mengkonsumsi karbohidrat protein dan lemak saja, tetapi dibutuhkan zat gizi lain yang sangat penting (vital) bagi tubuh. Zat tersebut dikenal sebagai vitamin (vita: hiaup, amin: gugus amino). Belakangan diketahui bahwa nama tersebut sudah tidak sesuai lagi karena tidak semua vitamin mengandung gugus amino, meskipun demikian, nama vitamin masih tetap digunakan hingga sekarang. Dahulu vitamin diberi nama menurut huruf, tetapi sekarang sudah diketahui nama kimianya, misalnya: vitamin A (retinol), vitamin B1 (tiamin), dan vitamin C (asam askorbat).
       

http://tenagadalaman.files.wordpress.com/2007/07/buah2.gif

        Vitamin adalah zat organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, tetapi penting untuk mempertahankan gizi yang normal dan tidak dapat dibuat oleh tubuh. vitamin harus didapat dari makanan kecuali vitamin D yang dapat dibuat dalam kulit dan vitamin K sera B12 yang dapat disintesis oleh bakteri yang hidup dalam usus besar.
Bila kekurangan vitamin, maka akan menimbulkan penyakit defisiensi vitamin atau avitaminosis. sebaliknya, bila kelebihan viiamin dapat menimbulkan penyakit hipervitaminosis, walaupun penyakit hipervitaminosis ini jarang terjadi. Vitamin memiliki peran yang sangat penting dalam proses-proses di dalam tubuh. Di dalam tubuh, vitamin tidak menghasilkan energi. Vitamin banyak yang bertindak sebagai koenzim dalam sel tubuh.

secara umum fungsi vitamin dalam tubuh adalah sebagai berikut:
a).Sebagai bagian dari molekul enzim, terutama sebagai koenzim,
b) mempertahankan fungsi berbagai jaringan seperti jaringan epitel,
c) mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan sel - sel baru, dan
d) membantu sintesis zat-zat tertentu dalam tubuh.


           Berdasarkan sifat kelarutannya, vitamin pada umumnya dibedakan menjadi dua golongan utama, yaitu vitamin yang larut air yang meliputi vitamin B dan c dan vitamin yang larut di dalam lemak yang terdiri atas vitamin A, D, E, dan K.

gambar:sayurandanbuah.jpg

http://www.aqua.com/aqua_v3/materials/Image/image_sayurandanbuah.jpg

1. Vitamin yang larut air

      a) Vitamin B1 (tiamin)

              Tiamin (Vitamin B1) merupakan vitamin yang larut dalam air. Vitamin ini pertama kali ditemukan di Indonesia (1897) oleh Christian Eijkman seorang sarjana Belanda.
               Bentuk murni dari tiamin adalah tiamin hidroklorida. Di dalam tubuh senyawa ini berupa tiamin bebas atau terpolarisasi sebagai tiamin monofosfat (TMP), tiamin trifosfat (TTP) dan tiamin pirofosfat (TPP). pada prinsipnya, tiamin berperan sebagai koenzim dalam reaksi – reaksi yang menghasilkan energi dari karbohidrat dan memindahkan energi membentuk senyawa kaya energi (ATP), sebagai pengaktivasi pertukaran ion (Na+ dan K+) pada membran sel, terutama pada sel otot dan syaraf. Kekurangan tiamin dapat menyebabkan penyakit beri-beri.

              Gejala kekurangan tiamin adalah lelah, hilang nafsu makan, berat badan menurun dan gangguan pencernaan. Jika hal ini dibiarkan akan terjadi gangguan kerja syaraf dan gangguan jantung, serta menyebabkan adanya oedem pada kaki bawah/telapak kaki serta persendian kaki, bila berlanjut dapat terjadi di rongga dada, dan ini disebut beri-beri basah. Sumber makanan yang banyak mengandung tiamin antara lain: biji – bijian (serealia), padi (beras tumbuk), bekatul, daging, unggas, telur, sayuran dan buah-buahan yang dimakan mentah. kebutuhan tiamin bagi orang dewasa sebanyak 2 mg per hari untuk laki_laki dan 1,2 mg per hari untuk wanita.

      b) Vitamin B2 (Riboflavin)

             Riboflavin (vitamin B2) merupakan komponen koenzim dari berbagai enzim yang berperan dalam metabolisme di dalam tubuh yang dikenal sebagai flavoprotein. Riboflavin rnerupakan bagian dari dua koenzim, yaitu Fravin Adenin Dinukreotidu (FAD) dan Flavin Mononukleotida (FMN). Riboflavin berfungsi dalam reaksi oksidasi dan reduksi intrasel (transfer elektron) dalam metabolism karbohidrat, protein, dan lemak.

            Di samping itu, riboflavin juga berperan sebagai antioksidan. Riboflavin juga dikenal sebagai enzim kuning warburg. Bahan makanan yang banyak mengandung riboflavin, antara lain: hati, telur, susu, keju, ikan, sayuran, kacangan – kacangan , dan daging. Defisiensi riboflavin dapat menyebabkan gejala peradangan di sekitar mulut, kerongkongon, dan bibir pecah - pecah (cheliosis), peradangan bagian lidah, kulit (dermatitis seboreat).
            Penurunan jumlah dan ukuran sel darah merah tidak normal serta dapat meyebabkan katarak (pengapuran pada lensa mata). pada ibu hamil, kekurangan ribofravin dapat menyebabkan gejara oedema.
Kebutuhari riboflavon bagi orang dewasa sebanyak 2mg per hari untuk pria dan 1,5mg per hari untuk wanita.


       c) Vitamin B3 (niasin, asam nikotinat)

              Niasin (vitamin B6) merupakan bagian penting dari komponen enzim, niasin berperan dalan reaksi enzimatit dalam tubuh terutama membantu proses oksidasi dan reduksi pada metabolism karbohidrat, lemak, dan protein. Dalam hal ini, niasin berperan sebagai koenzim II(Nikotinamid Adenin Dinukleotida = NAD) dan koenzim II (Nikotinamid Adenin Dinukleotida Posfat : NADP).
              Defisiensi niasin. dapat mengakibatkan pelagra dengan gejala 4 D (Diare, Dermatitis, Dimensia / pikun, Death /kematian). Bahan makanan yang banyak mengandung niasin, antara lain: hati, daging, ikan, bili-bijian, dan kacang-kacangan. Kebutuhan niasin bagi orang dewasa sekitar 11 mg per hari.


        d) Vitamin B6 (piridoksin)

               Vitamin B6, (piridoksin) merupakan vitamin yang larut di dalam air dan tahan panas, asam, dan oksidasi. piridoksin bertindak sebagai koenzim piridoksal fosfat yang berperan dalam metabolisme tubuh terutama metabolisme karbohidrat dan protein. piridoksin juga berperan sebagai neurotransmitter, berperan dalam pembentukan sel darah merah dan pembentukan niasin serta membantu kerja hormon.
               Defisiensi vitamin B6, menyebabkan gejala kulit rusak, gangguan syaraf motorik, kelainan pada darah, peradangan di sekitar lidah,mulut, dan kulit. Bahan makanan yang banyak mengandung vitamin B6, antara lain: biji -bijian, sayuran, daging, ikan, dan buah - buahan.
Kebutuhan vitamin B6 rata-rata per hari 2 mg untuk pria dan 1,5 mg
untuk vvanita dewasa.


       e) Vitamin B5 (asam pantotenat)

              Asam pantotenat atau vitamin B5 bersifat larut dalam air, mudah rusak oleh asam, basa dan pemanasan. Asam pantotenat merupakan komponen utama koenzim A (Ko-A), misalnya asetil koenzim – A (asetii Ko-A). Fungsi utama asam pantotenat dalam tubuh terutama membantu proses metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sintesis asam lemak, hormone dan neurotransmiter yang berupa asetil kolin. Defisiensi asam pantotenat dapat menyebabkan timbulnya gejala dermatitis, intertitis, dan penyakit alzheimer (gangguan fungsi mental). Sumber makanan yang banyak mengandung asam pantotenat antara lain: hati, daging, ragi, dan beras.


      f) VitaminB12 (kobalamin)


            Vitamin B12 merupakan kompleks dari vitamin B. Vitamin ini mengandung ion kobalt sehingga dikenal sebagai kobalamin. Vitamin ini bersifat larut dalarn air, dan dapat disintetis oleh bakteri dalam usus. Fungsi vitamin B12 dalam tubuh adalah membantu proses metabolisme asam amino metionin dan pembentukan sel darah merah. Defisiensi vitamin B12 dapat menyebabkan gejala anemia yang dikenal sebagai anemia pernisiosa dengan gejala peradangan dan pendarahan usus. Sumber vitamin B12 antara lain terdapat dalam hati, ginjal, daging, susu, dan ikan.


     g) Vitamin B kompleks

             Vitamin B yang termasuk ke dalam kelompok vitamin B kompleks, meliputi: tianin, (Vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), piridoksin (vitamin B6), asam pantotenat, biotin, folasin (asam folat dan turunan aktifnya), serta vitamin B12. Fungsi vitamin ini membantu dalam proses metabolisme sel dalam tubuh.
Defisiensi vitamin ini menimbulkan gejala dermatitis dan anemia.


      h) Vitamin C (asam askorbat)

              Vitamin C atau asam askorbat bersifat larut dalam air tidak tahan pemanasan dan oksidasi. Pemasakan savuran yang terlalu lama dapat mengurangi kandungan vitamin C sampai 75%. Vitamin C tidak dapat disintesis di dalam tubuh. Fungsi utama vitamin C adalah sebagai aktivator bermacam – macam enzim dalam metabolisme protein, lemak, sintesis senyawa neurotransmiter (asetil kolin), sintesis karnitin yang berperan dalam tanspor sel dalam mitokondria untuk pembentukan energi, sebagai antioksidan dan berperan dalam pembentukan keping darah (trombosit). pada umumnya, tubuh menahan vitamin C sangat sedikit.

              Kelebihan vitamin c dibuang melalui urine. Defisiensi vitamin C dalam tubuh dapat menimbulkan gejala kerusakan sel-sel / jaringan dan mengakibatkan penyakit sariawan atau skorbut dengan gejala pendarahan di sekitar gusi, gigi, dan usus, menurunnya jumlah sel darah, serta kerusakan sumsum
tulang terutama pada sendi. Sumber vitamin C terdapat dalam bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Kebutuhan vitamin c,rata- rata
per hari untuk orang dewasa sebanyak 60 mg untuk pria dan wanita. Untuk wanita hamil dan menyusui membutuhkan vitamin C yang lebih banyak sekitar 100-150 mg/hari.

2. Vitamin yang larut dalam lemak

        a. Vitamin A (retinol)

               Sifat vitamin A, antara lain: tidak berwarna, larut dalam lemak, tahan panas, rusak oleh oksidasi pada suhu tinggi dan penyinaran ultraviolet. vitamin A merupaka kristal alcohol berwarna kuning. Di dalam tubuh, vitamin A berfungsi dalam beberapa bentuk ikatan kimia aktif, yaitu: retinol (bentuk alkohol), retinal (aldehida), dan asam retinoat (bentuk asam). Dalam makanan, vitamin A biasanva terikat pada asam lemak rantai parrjang dalam bentuk ester retinil.
              Senvawa beta karoten dan karotenoid yang banyak terdapat pada sayuran merupakan prekusor (provitamin), vitamin A. Bentuk vitamin A aktif hanya terdapat dalam bahan makanan hewani. Retinol bila dioksidasi berubah menjadi retinal, dan retinal dapat kembali direduksi menjadi retinol. Seianjutnya retinal dapat dioksidasi menjadi asam retinoat. Hati berperan sebagai tempat penyimpanan vitamin-A yang utama di dalam tubuh. Fungsi utama vtamin A dalam tubuh adalah membantu dalam proses penglihatan dengan mempengaruhi kerja rhodopsin (pigmen dalam sel batang retina yang membantu dalam penglihatan pada cahaya redup) dalam penglihatan, membantu metabolisme protein, pertumbuhan dan perkembangan, difirensiasi sel, pembentukan sel darah merah, dan untuk fungsi kekebalan serta reproduksi.

             Defisiensi vitamin A dapat menimbulkan rabun senja (niktalopia), perubahan pada mata vang meliputi bercak bitot (bercak putih keabu-abuan pada konjungtiva) Dalam bentuk sedang dinakaman xerosis dan tahap akhirnya disebut keratomalasia yang dapat menvebabkan kebutaan total. Selain itu, kekurangan vitamin A juga menyebabkan kulit menjadi kering dan kasar, gangguan pertumbuhan dan menurunnya kekebalan tubuh.
vitamin A dapat diperoleh dari hati, kuning telur, susu dan mentega, sedangkan karotenoid dapat diperoleh dari sayuran dan buah-buahan vang berwarna kuning/orange, merah dan hijau. Kebutuhan Vitamin A rata-rata per hari sekitar 3-5 mg.


            b. Vitamin D

                    Vitamin D adalah nama generik dari dua molekul, yaitu ergokalsiferol (Vitamin D2) dan kolekalsiferol (vitamin D3). Vitamin D dapat disintesis dalam tubuh manusia dalam bentuk provitamin D2 dan D3 yang kemudian diubah menjadi bentuk aktif (Vitamin D).
                
gambar:ikan.jpg
  

http://www.nttprov.go.id/images/ikan_teri.jpg

Proses ini berlangsung di dalam jaringan hewan di bawah kulit. Laju sintesis vitamin D dalam kulit tergantung pada jumlah sinar matahari yang diterima serta konsentrasi pigmen di kulit. Vitamin tersebut kemudian diaktifkan oleh sinar matahari dan diangkut ke berbagai alat tubuh untuk dimanfaatkan atau disimpan di dalam hati. Fungsi utama vitamin D adalah membantu proses pembentukan tulang dan gigi serta pemeliharannya dengan cara memelihara metabolism kalsium dalam tubuh dan memperbesar penyerapan kalsium (zat kapur) dan fosfor dari dalam usus. Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan gejala kelainan tulang (riketsia), osteoporosis, dan gangguan metabolisme zat kapur dan fosfor.
                  Sumber makanan yang banvak mengandung vitamin D, antara lain: hati, keju, telur, mentega, ikan, dan minyak hati ikan. Kebutuhan tubuh terhadap vitamin D rata-rata per hari sebanyak 1-2 mg.


           c. Vitamin E(tokoferol)

            

   

  Vitamin E merupakan vitamin yang larut lemak, tidak berwarna, tidak berbau, tahan panas dan oksidasi, serta tahan terhadap asam dan basa. Fungsi vitamin E dalam tubuh berhubungan erat dengan fungsi fertilitas (kesuburan reproduksi). Selain itu, juga berperan dalam pembentukan sel darah merah dan sintesis koenzim A, serta berperan sebagai antioksi dan (anti penuaan). Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kemandulan (steril), keguguran, dan kerusakan sistem syaraf. Sumber vitamin E terdapat pada biji-bijian, sayuran hijau, kacang-kacangan, kuning telur, susu, daging unggas, ikan laut,ginjal, dan mentega. Kebutuhan vitamin E rata-rata per hari sebanvak 10 mg untuk pria dan 8 mg untuk wanita.


         d. Vitamin K (filokinon)

                Vitamin K dikenal sebagai anti pendarahan vang membantu proses pembekuan darah. Defisiensi vitamin K menunjukkan darah sukar membeku. Sumber vitamin K terdapat pada hati, sayuran yang berwarna hijau, kacang buncis, kacang polong, kol, brokoli, dan minyak nabati. Vitamin K juga disintesis dalam tubuh dengan bantuan Eschericha coli yang hidup dalam usus besar (kolon).
               Kebutuhan vitamin K rata-rata sebanyak 1 mg/hari/berat badan.


5. Mineral

       Mineral merupakan birgian tubuh yang berupa unsur anorganik yang sangat penting untuk mengatur proses-proses biokimia dalam tubuh.
       Berbagai mineral dalam tubuh terdapat dalam bentuk ion dan berperan sebagai kofaktor dari beberapa enzim-enzim pencernaan. Mineral dapat diperoleh dari bahan makanan. Berbagai mineral penting dalam tubuh, antara lain: Kalsium (Ca), Fosfor (P), Kalium (K), Sulfur (S), Klor (Cl), Natrium (Na), Magnesium (Mg), Zat besi (Fe), Tembaga (Cu), Iodium (I),
Fluor (F), Seng (Zn), Kobalt (Co), Selenium (Se), Krom (Kr), dan Molibdenum (Mo) serta Mangan (Mn).
       Berdasarkan jumlah yang diperlukan dalam tubuh, mineral dibedakan menjadi tiga golongan:


1) Mineral makro/elemen makro (macroelement)

     Merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak, dalam jumlah 100 mg sehari, misalnya: Ca, P, K, S, CI, Na, dan Mg.


2) Mineral mikro/elemen mikro (microelement)

     Merupakan mineral yang dibutuhkan dalam tubuh dengan jumlah sedikit, kurang dari 100 mg sehari. Jumlah mineral mikro dalam tubuh kurang dari 15 mg dan peranannya sangat penting di dalam tubuh, yaitu: Fe, Mn, Cu,dan I.


3) Mineral tambahan/elemen tambahan (trace element)

    Merupakan mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil untuk memperlancar fungsi metabolisme tubuh, yaitu: Zn, F, Co, Se, Kr dan Mo.


     Walaupun bahan makanan mengandung berbagai mineral untuk keperluan tubuh namun tidak semuanya dipat dimanfaatkan.

Fungsi mineral di dalam tubuh adalah:
a) untuk pembentukan tulang dan gigi,
b) untuk pembentukan zat-zat esensial daram tubuh seperti hormon, enzim, dan sel darah merah,
c) menjaga keseimbangan asam-basa cairan tubuh,
d) membantu proses pembekuan darah, dan
e) membantu proses kontraksi otot dan penjalaran impuls syaraf.


Berikut ini akan diuraikan beberapa jenis mineral yang penting bagi tubuh:

a. Kalsium (Ca)

     Kalsium atau zat kapur dalam tubuh orang dewasa 1,5-2,2% dari berat badan, 99% dari jumlah tersebut berada di dalam jaringan keras, yaitu  tulang dan gigi. Selebihnya, kalsium tersebar luas di dalam tubuh, kalsium
terdapat dalam bentuk senyawa kalsium karbonat dan kalsium fosfat.
    Di dalam cairan ekstraselular dan intraselular, kalsium memegang peranan penting dalam mengatur fungsi sel, seperti untuk transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga permeabilitas membran sel.
    Kalsium mengatur pekerjaan hormone – hormone dan faktor pertumbuhan.
    Defisiensi kalsium dapat menyebabkan gejala kelainan fungsi tulang, seperti rakhitis (terhambatnya pertumbuhan tulang), osteoporosis (keropos tulang), osteomalasia (tulang menjadi lembek), darah sukar membeku dan kejang otot. sumber utama kalsium, adalah : susu dan hasil susu / seperti keju; ikan dimakan dengan tulang, termasuk ikan kering;serealia; kacang-kacangan dan sayuran hijau.

b. Fosfor (p)

    Sebanyak 85% fosfor di dalam tubuh terdapat sebagai garam kalsium fosfat. Sebagaimana kalsium, fosfor merupakan zat pembentuk tulang dan gigi. Selain itu, fosfor penting sebagai kofaktor enzim untuk metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Ion fosfat (PO42-) membantu dalam memelihara keseimbangan asam dan basa cairan tubuh. Sumber fosfor
terdapat dalam beras, gandum, sumsum, telur, daging, sayuran dan buah – buahan hijau, serta ikan. Kekurangan fosfor menyebabkan kerusakan tulang, dengan gejala rasa lelah, kurang nafsu makan dan kerusakan tulang.

c. Zat Besi

    Zat besi merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar 4,5 gram zat besi yang terdapat dalam bentuk hemoglobin darah (73%),mioglobin (3%) dan sisanya berupa cadangan yang disimpan di hati, sumsum tulang, dan limfa. Zat besi sangat penting untuk pembentukan hemoglobin dan mioglobin. Kedua senyawa ini berperan dalam transport oksigen ke seluruh sel dan jaringan di dalam tubuh. Sumber zat besi terdapat dalam hati, telur, daging, dan sayuran hijau, serta beberapa jenis buah, dan kacang - kacangan.
    Defisiensi zat besi dapat menimbulkan gejala penyakit kurang darah (anemia), pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran tubuh dan kemampuan kerja, menurunnya kekebalan tubuh, dan penyembuhan luka, serta terganggunya metabolisme tubuh.

d. Iodium (I)

    Keberadaan Iodium di dalam tubuh sangat sedikit. Iodium sangat penting untuk pembentukan hormon pertumbuhan (tiroksin) yang dibentuk dalam kelenjar tiroid. Sekitar 75%, dari jumlah total Iodium yang ada di dalam tubuh berada dalam kelenjar tiroid yang digunakan untuk mensintesis hormon tiroksin, tetra iodotironin (Tn), dan triiodotironin (T3).

    Hormon-hormon ini sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan fisik dan mental pada hewan dan manusia.
Defisiensi Iodium menunjukkan pembengkakan kelanjar tiroid (gondok / goiter). Bila kekurangan Iodium terjadi pada bayi, maka dapat menyebabkan hambatan dalam pertumbuhan sehingga menjadi kerdil dan mengalami gangguan mental (imbisil).
    Iodium terdapat pada ikan laut, sayuran, dan buah-buahan. Dewasa ini untuk mencegah kekurangan Iodium, biasanya dalam garam dapur ditambah iodium (1/10.000-1/100.000)d alam bentuk kalium iodida (KI) dan Natrium Iodida (NaI).

e. Magnesium (Mg)

    Magnesium (Mg) merupakan mineral yang sangat penting sebagai aktivator pembentukan tulang dan sel darah merah. Magnesium juga berperan sebagai kofaktor enzim dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak, serta memelihara kesehatan syaraf dan otot. Magnesium terdapat dalam hati, telur, dan sayura. hijau.
    Defisiensi Magnesium akan menyebabkan kurang nafsu makan, gangguan dalam pertumbuhan dan pembentukan tulang, mudah tersinggung, gugup, kejang/tetanus, gangguan sistem saraf pusat, halusinasi, koma dan gagal jantung.

f. Fosfor (F)

    Keberadaan Fluor dalam tubuh manusia hanya sedikit sekali, tetapi peranannya sangat penting. Fluor merupakan zat gizi esensial yang berperan dalam mineralisasi tulang dan pengerasan email gigi. peranan
    Fluor yang telah banyak diketahui adalah dalam pencegahan caries gigi dan osteoporosis. sumber fluor terdapat pada susu, kuning telur dan otot.
   Selain itu, dewasa ini telah dikembangkan pencampuran fluor, pada air minum dan pasta gigi. Kekurangan fluor dapat menyebabkan kerusakan gigi dan tulang keropos pada orang tua.

g. Natrium (Na) dan klor (Cl)

     Natrium dan klor penting dalam membentuk keseimbangan cairan elektrolit dalam tubuh, memelihara keseimbangan asam dan basa, mengatur tekanan osmotik, untuk permeabilitas sel, serta membantu transmisi impuls syaraf. sumber natrium dan klor antara lain terdapat dalam garam dapur ikan, dan telur asin. Kekurangan Natrium dan klor dapat menyebabkan gangguan sistem syaraf, kejang otot, berkurangnya tekanan osmotik sel, mual, dan lesu.


6. Air

gambar:air2.jpg
gambar:air2.jpg

http://lil4ngel5ing.files.wordpress.com/2008/02/f_air2m_077e6b6.jpg    

Air merupakan bagian utama cairan tubuh dan memiliki peranan penting di dalam tubuh, 55% dari berat badan orang dewasa terdiri dari cairan. Fungsi air di dalam tubuh adalah sebagai katalisator berbagai reaksi biologis dalam sel, sebagai pelarut zat gizi yang diperlukan tubuh dan mengangkut sisa-sisa metabolisme, sebagai fisiliator pertumbuhan, sebagai pelumas dalam cairan sendi-sendi tubuh, sebagai pengatur suhu dan peredam benturan (misalnya cairan ketuban melindungi bayi dalam kandungan dari benturan).
    
gambar:air.jpg
gambar:air.jpg

      Kebutuhan air di dalam tubuh dapat dipenuhi dari bahan makanan yang kita konsumsi,seperti buah, sayuran,d aging, susu, dan air minum.

     Tubuh berusaha menjaga cairan di dalam tubuh agar berada dalam jumlah yang tetap/konstan, artinya tidak kekurangan atau kelebihan air (intoksikasi air). Kekurangan air dapat disebabkan karena tubuh kehilangan cairan yang berlebihan (dehidrasi). paling sedikit, air yang harus dikeluarkan dari tubuh dalam sehari adalah 500 ml dalam bentuk urine. Selain itu, air juga dikeluarkan sebagai uap air, keringat dan keluar bersama feses. Di luar jumlah tersebut, jumlah air yang keluar disesuaikan dengan pemasukan air. Jumlah air yang hilang per hari rata-rata 2,5 liter, untuk mengganti cairan tersebut kita harus mengkonsumsi air rata-rata 2,5 liter per hari dengan perkiraan 1,5 liter dari air minum dan 1 liter dari bahan makanan lain.

http://anangprayogo.files.wordpress.com/2007/07/image1.png



Beri Penilaian

Rating : 3.8/5 (23 votes cast)


Peralatan pribadi